Senin, 25 Februari 2013

menetaskan telur unggas

.Untuk membeli termometer, anda harus meminta penjual untuk mengeluarkan semua termometre
-->

MENETASKAN TELUR


A.    Persiapan mesin tetas
1.       Fumigasi mesin tetas telah dilakukan satu hari sebelum mesin dipakai meskipun mesin tersebut baru dibeli. Fumigasi dapat menggunakan formalin 40% dan KMnO4 . untuk mesin dengan volume 2,83mmemerlukan KMnO4 20 ml dan formalin 40 ml. jika kedua bahan tersebut sulit didapatkan maka bisa menggunakan desinfektan yang biasa digunakan untuk menyemprot kandang.
  1. Hubungkan mesin tetas dengan catu daya listrik dan tunggu sampai suhu mencapai kestabilan yang sesuai dengan kebutuhan seperti berikut:
a)      Ayam  99o-100o F
b)      Itik  101o-102oF
c)      Puyuh 98o-99oF
Pemanasan mesin tetas dilakukan minimal 24 jam sebelum telur dimasukkan ke dalam mesin tetas, sambil menseting thermostat agar dapat berfungsi otomatis pada suhu yang diinginkan.
  1. Cek dengan seksama cara kerja thermostat, nyala lampu /sumber panas, termometer, hygrometer,dan bak air. Kelembaban dapat diketahui dengan alat hygrometer, kelembaban ideal adalah 70%.
  2. Sediakan cadangan bola lampu (dop) .
  3. Setelah segala sesuatunya telah siap maka saatlah kita masuk ke tahap proses penetasan telur yang sebenarnya.

B.     Persiapan telur

a)      Telur yang ditetaskan maksimum usia 7 hari penyimpanan. Telur yang disimpan antara 3-10 hari daya tetasnya akan turun 1%/hari. Dan telur yang disimpan >10 hari daya tetasnya akan turun 3%/hari.
b)      Memilih atau menyeleksi telur tetas sesuai dengan kriteria telur tetas yang baik. Kriteria telur yang baik yaitu:
1.      Indeks telur sebaiknya oval.  dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu
Lonjong           >74%
Oval                72%-74%       
Bulat               <72%
Cara mengukur indeks telur adalah  =   sumbu pendek telur : sumbu pendek telur x 100%
2.      Telur yang kulitnya terlalu kotor  seperti terkena kotoran unggas perlu dibersihkan, akan tetapi perlu ke hati-hatian dalam membersihkan kulit telur jangan sampai lapisan kulit ikut hilang. Pembersihan bisa menggunakan kertas gosok halus atau gosokan panci.
3.      Fumigasi telur, fumigasi telur dapat dilakukan ataupun tidak. Fumigasi menggunakan air hangat (43o-51,7C) dan ditambah iodine / bethadine. Fumigasi cukup dengan cara mengelap telur dengan kain basah secara searah dan bagian telur yang tumpul pastikan selalu di atas, karena terdapat rongga udara.
4.      Pisahkan telur retak, kerabang tebal/tipis. Telur yang retak akan busuk saat ditetaskan , telur yang berkerabang tebal akan sulit menetas dan lebih sulit dicandling / diteropong, serta telur yang berkerabang tipis akan menetas premature.
Tambahan :
·         Bobot telur:
o   Puyuh 10-12 gr
o   Ayam buras  55gr
o   Ayam ras  65 gr
o   Itik 65gr
·         Masa tetas
o   Puyuh 18 hari
o   Merpati 19 hari
o   Ayam 21 hari
o   Itik 28 hari
o   Entok 28- 30 hari
o   Kalkun 28-30 hari
o   Angsa 37-40 hari
·         Menghitung fertilitas = jumlah telur fertil : total jumlah telur x 100%
·         Menghitung daya tetas = jumlah telur menetas : jumlah telur fertil x 100%
·         Penyimpanan telur sebelum ditetaskan
Telur sebaiknya disimpan selama <7 hari pada suhu <18oC, dan saat mau ditetaskan dilletakkan pada suhu ruang selama 6 jam agar telur tidak shock

C.    Proses  penetasan telur

1.      Masa kritis pertama
Dalam proses penetasan telur terdapat 2 masa kritis, yaitu masa kritis pertama dan kedua.  Pada saat memasuki masa kritis ini telur tidak boleh dibalik dan mesin tetas harus tetutup terus. Masa kritis pertama  adalah 3hari pertama setelah telur dimasukkan mesin tetas, pada masa kritis pertama ini telur mengalami pembentukan organ vital seperti jantung.

2.      Masa pembalikan telur
Pembalikan telur bertujuan agar embrio tidak menempel dan lengket pada satu sisi dan meratakan suhu pada semua bagian telur. Pembalikan minimal dilakukan 3 kali/hari, yaitu pagi, siang, dan sore. Saat pembalikan pastikan tangan anda steril, dengan cara membersihkan tangan anda dengan alcohol. Usahakan waktu pembalikan selalu sama dari hari-kehari, misalnya pagi jam 07:00, siang jam 12:00, dan sore jam 16:00. Akan tetapi bafi anda yang sibuk dapat menggunakan mesin tetas otomatis yang akan membalik telur setiap 1 jam sekali. Masa pembalikan telur dapat dilakukan diluar masa kritis, yaitu:
a)      Puyuh hari ke-4 – 14
b)      Ayam hari ke-4 – 17
c)      Itik hari ke-4 – 24
Metode pembalikan ada dua macam, yaitu:
a)      Jika posisi telur pada mesin tetas horizontal, maka pembalikan dapat dilakukan dengan cara membaliknya 180o, yaitu sisi yang semula dibawah diputar keatas. Untuk memudahkan pembalikan sebaiknya telur di beri tanda pada dua sisi yang berlainan.



b)      Jika posisi telur pada mesin tetas vertikal, maka pembalikan cukup dilakukan dengan cara mencondongkan telur ke kanan /kiri 45o
 

3.      Pembukaan ventilasi mesin tetas
Pembukaan ventilasi dimulai pada:
·         hari ke-4 dibuka ¼ bagian
·         hari ke-5 dibuka ½ bagian
·         hari ke-6 dibuka ¾ bagian
·         >hari ke-7 bibuka total
4.      Candling / peneropongan telur
Peneropongan telur bertujuan untuk mengetahui perkmbangan embrio. Candling idealnya dilakuan 2 kali dalam 1 masa penetasan, yaitu pada hari ke-7 dan hari ke 14. Candling yang pertama untuk mengetahi bahwa telur tersebut feril, inferil, atau dead embrio. Telur yang vertil masih dapat dikonsumsi, sementara yang dead embrio bisa diberikan pada ikan lele atai ternak lainnya. Sedangkan candling ke-2 untuk mengetahui perkembangan embrio, apakah embrio hidup/ mati. Pada telur puyuh biasanya tidak dilakukan candling karena ukurannya yang kecil dan ada motifnya, sehingga candling sulit dilakukan. Jika dilakukan hanya orang yang sudah ahli saja yang melakukannya.

Alat candling ada dua macam, yaitu alat candler tunggal dan masal. Candler tunggal biasanyaberbentuk silindris /balok yang berlubang seukuran telur dan didalamnya terdapat bohlam. Sedangkan candler masal biasa disebut teropong zeta yang menggunalan lampu neon

Gambar alat candling / candler
 
candling dengan posisi telur vertikal




candling dengan posisi telur horisontal


candler tunggal 


candling secara masal di perusahaan penetasan


Gambar telur saat candling
 
 gambar telur fertil
 gambar telur infertil/tidak fertil

gambar telur blood ring/ tidak berkembang

gambar telur dead embryo


5.      Masa kritis kedua
masa kritis kedua adalah masa dimana embrio mengalami /melakukan persiapan untuk piping/ memecahkan kerabang telur untuk menetas. Masa kritis kedua terjadi saat 3 hari sebelum telur menetas, yaitu:
a)      Ayam  hari ke-18– 20
b)      Puyuh hari ke-15 – 17
c)      Itik hari ke-25 – 27

6.      Masa menetas
Masa menetas adalah masa dimana calon anakan keluar dari telur. Pada saat mulai menetas, sebaiknya biarkan anakan unggas tersebut menetas sendiri dan ambilah/ keluarkan dari mesin tetas setelah bulunya kering. Sementara telur yang menetas biarkan sampai 2x24 jam dan apabila tidak juga menetas, telur tersebut bisa dibuat pakan ikan lele.


   catatan: 

  • jika pada saat menetaskan telur listrik padam, maka batas maksimum pemanas tidak dinyalakan adalah 5 jam. jika lebih dari 5 jam listrik belum menyala, maka harus menggunakan alternatif seperti penggunaan genset  untuk pembangkit listrik atau penggunaan api dari lampu teplok atau LPG untuk pemanas buatan

Selasa, 06 November 2012

mineral


LITERATUR BIOKIMIA
MINERAL

A.  Pengertian Mineral
Mineral sekelompok senyawa organik amina berbobot molekul kecil yang memiliki fungsi vital dalam metabolisme setiap organisme, yang tidak dapat dihasilkan oleh tubuh. Mineral diperlukan oleh tubuh dalam jumlah kecil. meskipun dalam jumlah yang kecil, tetapi kebutuhan mineral akan mineral sangat penting bagi kelangsungan hidup. Mineral yang diperlukan tubuh dalam bentuk garam atau unsur. Garam mineral mudah larut dan mudah diserap tubuh tanpa proses pencernaan. 
B. Fungsi Biokimia dan Pengaturan Mineral dalam Tubuh
Fungsi utama mineral pada tubuh organisme hidup adalah :
a)      Sebagai bagian pembentukan struktur kerangka tubuh atau formasi struktur
skeleton Jenis mineral yang terbanyak adalah kalsium dan fosfor yang
terdapat pada kerangka tubuh dan gigi.
b)      Mempertahankan tingkat koloidal cairan tubuh dan mengatur beberapa sifat
fisik sistem koloid, seperti tekanan osmotik, viskositas, difusi.
c)      Regulasi keseimbangan asam basa. Ion-ion anorganik membantu mengatur
keseimbangan asam basa. Untuk mempertahankan aktivitas organisme
secara normal maka pH darah dan cairan-cairan tubuh lainnya harus tetap
dalam kisaran yang relatif sempit.
d)      Komponen dari hormon
e)      Komponen atau aktivator enzim atau sebagai kofaktor

C. Macam Mineral berdasarkan Jumlah Kebutuhan dalam Tubuh
 Berdasarkan jumlah kebutuhan dalam tubuh, mineral dapat dibedakan menjadi dua, yaitu makroelemen dan mikroelemen.

1. Makroelemen adalah mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah besar yang meliputi:

·         Kalium (K),
·         Kalsium (Ca),
·         Natrium (Na),
·         Fosfor (P),
·         Magnesium (Mg),
·         Belerang (S), dan
·         Klor (Cl).


Kalium ( K )
Sumber Kalium : Sayuran, buah-buahan, dan kecap
Fungsi Kalium :

·         Mengatur detak jantung
·         Memelihara keseimbangan air
·         Transmisi saraf
·         Memelihara keseimbangan asam basa
·         Katalisator
·         Kontraksi otot
·         Mengatur sekresi insulin dari pancreas
·         Memelihara permeabilitas membran sel


Akibat Kekurangan Kalium
:

·         Gangguan jantung
·         Kontraksi otot terganggu
·         Pernapasan terganggu

Tambahan Mengenai Kalium :Kelebihan Kalium dapat berakibat kelemahan otot dan terganggunya denyut jantung
Kalsium ( Ca )
Sumber Kalsium : Susu, sayuran hijau, kacang-kacangan, dan daging
Fungsi Kalsium :

v  Pembentukan tulang dan gigi yang dipengaruhi oleh vitamin D
v  Pembekuan darah
v  Aktivitas saraf dan otak
v  Aktivator enzim
v  Aktivitas otot jantung
v   Melindungi tubuh terhadap absorpsi zat radioaktif

Akibat Kekurangan Kalsium :

·         Riketsia
·          Osteoporosis
·          Darah sukar membeku
·          Rakitis
·          Hipokalsemia
·          Pertumbuhan terhambat

Tambahan Mengenai Kalsium :
·         Kalsium akan ditimbun di dalam tulang khususnya tulang spon
·         Jumlah kebutuhan tubuh/hari = 0,8 gram
·         Penggunaan dalam tubuh diatur oleh kelenjar tiroid yang menghasilkan hormon kalsitonin berfungsi menurunkan kadar Ca darah, dan kelenjar paratiroid yang menghasilkan hormon paratiroid berfungsi meningkatkan kadar Ca darah
·         Adanya vitamin D meningkatkan absorbsi Ca
Akibat kelebihan Kalsium :
·         Hiperkalsemia
·         Kalsifikasi jaringan dan tulang rawan



Fosfor ( P )
Sumber Fosfor : Susu, kacang-kacangan, daging, dan sayuran
Fungsi Fosfor :

v  Pembentukan tulang dan gigi
v  Metabolisme
v  Kontraksi otot
v  Aktivitas saraf
v  Komponen enzim, DNA, RNA, dan ATP
v  Membentuk fosfatid, bagian dari plasma
v  Menjaga keseimbangan asam basa
v  Pengaturan aktivitas hormone
v  Efektivitas beberapa vitamin

Akibat Kekurangan Fosfor :
·         Kerapuhan tulang dan gigi
·         Sakit pada tulang
·         Pada anak anak : Rakhitis
·         Pada orang Dewasa : Osteomalasia
Tambahan Mengenai Fosfor : Fosfor sebagai fosfat memainkan peranan penting dalam struktur dan fungsi semua sel hidup
Natrium ( Na )
Sumber Natrium : Daging, garam, mentega, dan produk peternakan
Fungsi Natrium :

·         Transmisi saraf
·         Kontraksi otot
·         Menjaga tekanan osmotik darah
·         Sebagai buffer (dalam bentuk Nakarbonat)
·         Mempertahankan iritabilitas sel otot
·         Komponen anorganik cairan ekstra sel

Akibat Kekurangan Natrium :

ü  Dehidrasi

ü  Shock
ü  Gangguan pada jantung
ü  Kejang otot
ü  Kelelahan
ü  Suhu tubuh meningkat


Tambahan Mengenai Natrium :
·         Jumlah kebutuhan tubuh/hari = 15–20 g
·         Na juga terdapat pada NaCl
·         Kelebihannatrium akan berakibat gejala hipertensi

Klor ( Cl )
Sumber Klor : Garam, susu, daging, dan telur
Fungsi Klor :
*      Pembentukan HCl dalam lambung yang berperan dalam penyerapan Fe dan emulsi lemak
*      Aktivator enzim
*      Bahan ion klorit yang penting untuk transfer CO2 dari darah ke paru-paru
*      Memelihara keseimbangan asam basa, elektrolit, dan tekanan osmosis
Akibat Kekurangan Klor :

v  Kontraksi otot abnormal
v  Hilangnya rambut dan gigi
v  Pencernaan terganggu


Tambahan Mengenai Klor :
·         Jumlah kebutuhan tubuh/hari = 15–20 g
Magnesium ( Mg )
Sumber Magnesium : Kacang-kacangan, sayuran hijau, makanan hasil laut, dan sereal
Fungsi Magnesium :

·         Pembentukan tulang, darah, dan otot
·         Aktivator enzim
·         Kontraksi otot
·         Aktivitas saraf
·         Respirasi intrasel
·         Sintesis protein


Akibat Kekurangan Magnesium :

·         Gangguan mental dan emosi
·         Kontraksi otot terganggu
·         Fungsi ginjal terganggu
·         Peredaran darah terganggu


Tambahan Mengenai Magnesium :
·         Kelebihan Magnesium dapat berakibat gangguan fungsi saraf
Sulfur ( S )
Sumber Sulfur : Sayuran, telur, daging, susu, dan buah-buahan
Fungsi Sulfur :
v  Aktivator enzim
v  Berperan dalam penyimpanan dan pembebasan energy
v  Komponen vitamin (thiamin, biotin, dan asam pantotenat)
v  Komponen dalam proses detoksikasi
Akibat Kekurangan Sulfur :

o   Anemia
o   Gondok
o   Pendengaran berkurang

Tambahan Mengenai Sulfur :
·         Kebutuhan tubuh / hari = 15–30 mg
·         Penyebaran di usus lebih mudah karena adanya HCl lambung
2. Mikroelemen yaitu mineral yang diperlukan tubuh dalam jumlah sedikityang meliputi:

·         Besi (Fe),
·         Mangan (Mn),
·         Kobalt (Co),
·         Cuprum (Cu),
·         Iodium (I).
·         Zink (Zn)
·         Molibdenum (Mo),
·         Selenium (Se)
·         Fuorin (F)
·         Cromium (Cr)



Molibdenum (Mo)
Mendukung gigi dan mulut yang sehat
Mangan
Sumber : Serelia utuh, kacang-kacangan, buah-buahan, teh.
AKG orang dewasa: 2,5-5,0 mg.
Lokasi : Terbanyak di dalam tulang, jaringan di dalam hati, pankreas, jaringan saluran cerna dan kelenjar ptuitari.
Fungsi : Bagian dari enzim-enzim penting, membantu dalam banyak proses metabolisme.
Akibat kekurangan : Jarang terdapat pada manusia. Padahewan hambatan pertumbuhan gangguan sistem saraf, kelainan reproduksi.
Akibat kelebihan : Gangguan sistem saraf.
Selenium (Se)
Mencegah produksi radikal bebas jika dikombinasi dengan vitamin E.
Akibat kurang selenium: kanker prostat,pankreas,payudara,indung telur,kulit,paru-paru,kolorektal dan kandung kemih,juga leukimia.
Kromium (Cr)
Sumber : Biji-bijian, serelia utuh, hasil laut, daging.AKG orang dewasa: 0,05-0,2 mg
Fungsi : Berperan dalam metabolisme karbohidrat dan lipida, memudahkan masuknya glukosa ke dalam sel (pelepasan energi).
Akibat kekurangan : Biasanya terjadi pada kekurangan gizi berat. Mungkin merupakan faktor diabetes pada orang tua & penyakit kardiovasculer. Gejala seperti penyakit diabetes, ketidakmampuan menggunakan glukosa secara normal.
Akibat kelebihan : Belum diketahui karena makanan.
Kobal
Sumber : Makanan sumber vitamni B12 (daging, hati, susu dan hasil olahan susu.
AKG orang dewasa: 2 mg vitamin B12
Fungsi : Bagian dari siano kobalamin (Vitamin B12), diperlukan untuk fungsi normal sel, terutama sel sumsum tulang, mematangkan sel darah merah, sistem saraf dan pencernaan; berperan dalam fungsi berbagai enzim.
Akibat kekurangan : Terjadi bila kekuangan vitamin B12. Karena faktor intrinsik, sindroma gangguan absorpsi dan gastrektomi.
Akibat kelebihan : Belum diketahui.
Zat besi ( Fe )
Sumber Zat besi : Daging, sayuran hijau, dan biji – bijian
Fungsi Zat besi :         a. Pembentukan hemoglobin
b. Komponen enzim sitokrom (enzim dalam respirasi)
Akibat Kekurangan Zat besi : Anemia
Tambahan Mengenai Zat besi : Ditranspor sebagai transferin dan disimpan sebagai feritin
Yodium ( I )
Sumber Yodium : Makanan hasil laut, telur, susu, garam beryodium, tiram, dan rumput laut
Fungsi Yodium :
*      Aktivitas kelenjar tiroid
*      Komponen hormon tiroksin
*      Komponen hormon triyodotironin
Akibat Kekurangan Yodium:

·         Gondok
·         Pendengaran berkurang

Tambahan Mengenai Yodium: Disimpan dalam kelenjar tiroid sebagai tiroglobulin
Fluorin ( F )
Sumber Fluorin : Kuning telur, susu, otak, dan air minum
Fungsi Fluorin:
·         Memelihara gigi
·         Mencegah kekurangan Mg, osteoporosis, dan penyakit periodontal
Akibat Kekurangan Fluorin: Kerusakan karang gigi (caries dentis)
Tambahan Mengenai Fluorin:  Tidak terbukti secara esensial untuk nutrisi manusia, tapi esensial untuk pertumbuhan tikus



Zink ( Zn )
Sumber Zink (Zn) : Ikan laut, hati, daging, telur, dan susu
Fungsi Zink ( Zn ) :

·         Membantu penyembuhan luka dan kesehatan kulit
·         Metabolisme karbohidrat, protein, dan lemak
·         Pertumbuhan dan reproduksi
·         Kepekaan terhadap rasa dan bau
·         Pembentukan enzim

Akibat Kekurangan Zink ( Zn ) :

·         Pertumbuhan terhambat
·         Penyembuhan luka terhambat

Tambahan Mengenai Zink ( Zn ) :Menjadi kofaktor enzim laktat dehidrogenase, fosfatase alkali, karbonik anhidrase, dan sebagainya
Tembaga ( Cu )
Sumber Tembaga ( Cu ) : Padi-padian, polong-polongan, kerang, ginjal, dan hati

Fungsi Tembaga ( Cu ) :

·         Pembentukan eritrosit dan hemoglobin
·         Komponen enzim dan protein
·         Aktivitas saraf

·         Sintesis substansi seperti hormone


Akibat Kekurangan Tembaga ( Cu ) :

*      Anemia
*      Gangguan saraf dan tulang


Tambahan Mengenai Tembaga ( Cu ) :Ditranspor oleh albumin dan terikat pada seruloplasmin

Boron
Sumber boron: buah-buahan seperti apel,dan kacang-kacangan
Fungsi boron: penyerapan kalsium dan pemeliharaan gigi dan tulang.

D. Distribusi Mineral dalam Organ dan Jaringan
Mineral sebagai elemen penting dalam komposisi tubuh organisme hidup,
terdistribusi keseluruh bagian tubuh organisme tersebut. Organ dan jaringan
tempat distribusi utama mineral adalah :
1.      Distribusi mineral pada jaringan tulang (osteotropik). Contohnya Ca, Mg, Sr,
Be, P, F, Va, Ba, Ti, dan Ra.
2.      Disribusi mineral pada sistem retikuloendotelial. Contohnya I, Cu, Mn, Si, Cr,
dan Ni.
3.      Mineral sebagai partikel non spesifik pada jaringan. Contohnya Na, K, S, Cl, Li,
dan Rb.

E. Absorbsi, Metabolisme, dan Ekskresi Mineral
1.      Hasil absorpsi kalsium (Ca) dideposit pada tulang dan kulit. Ion Ca diekskresi melalui insang dan ginjal.
2.      Mineral fosfor (P) setelah diabsorpsi akandideposit pada jantung, hati, ginjal, dan darah, sedangkan kkskresi P melalui renaldan ginjal.
3.      Pada magnesium (Mg) proses absorbsi terjadi usus halus dan
ekskresinya melalui urin dan feses.
4.      Natrium (Na) diabsorpsi di usus halus dan
lambung, sedangkan proses diekskresi melalui urin.
5.      Kalium (K) diabsorpsi dalam usus halus dan diekskresi melalui urin.
6.      Absorpsi zat besi (Fe) oleh ikan rainbow troutterjadi pada organ peritonial cavity dan disimpan pada organ hati, limpa, danginjal. Ekskresi Fe dilakukan melalui urin dan feses.
7.      Distribusi mangan (Mn) dalamtubuh ikan adalah di tulang, hati, kulit, ginjal, jaringan gonad, dan otot.
8.      AbsorpsiZn lewat insang dan saluran usus sedangkan ekskresinya melalui ginjal dan insang (pada sel-sel clor).

F. Fomula Mineral
Agar pemberian mineral sebagai supplement menghasilkan  susunan yang tepat dalam memenuhi kebutuhan ternak, maka dapat dibuat suatu formula mineral yaitu:
1. Mineral Mix
Mineral mix adalah campuran berbagai bahan pakan sumber mineral makro
penggunaannya 1-5 % dari total ransum
Contoh pakan sumber mineral  makro :
        = garam dapur sebagai sumber Na dan Cl
        = Batu kapur/Kalsit sebagai sumber Ca
        = Tepung tulang sebagai sumber fosfor
Mis Total ransum 100 Kg dipakai 2% Kalsit
à 2/100 x 100Kg = 2 Kg Kalsit
2. Premix mineral
Premix mineral adalah campuran berbagai bahan sumber mineral mikro dengan suatu bahan pembawa sebagai campuran, yang penggunaannya maksimal 0,5 % dari total ransum. Bahan pembawa berguna untuk membuat campuran menjadi lebih besar& homogen. Bahan Pembawa yang biasa digunakan antara lain : Bungkil kedelai, jagung dan sekam giling

Penyusunan Premix Mineral
Penggunaan Premix dalam ransum kira-kira 0,5 % (0,5 Kg premix dalam 100 Kg ransum)
Langkah Penyusunan Premix dan Perhitungannya
  1. Kebutuhan mineral mikro untuk tiap Kg ransum
  2. Jumlah ransum yang akan dibuat
  3. Jumlah premix yang harus dibuat.
  4. Kebutuhan mineral untuk ternak
  5. Menggunakan mineral murni atau mineral tidak murni


Sumber:
16 oktober 2012.

Anonim.2011.Mineral Mikro.http://suaraterbaru.com/mineral-mikro.16 Oktober 2012

Anonim.2011.Mineral Mikro dan Makro.http://w3i3t2a.blogspot.com/2011/10/mineral-mikro-makro.html. 16 Oktober 2012.